MEDIASATUKALTIM.COM – Belakangan ini, warga Samarinda sering melihat pesawat terbang rendah hilir mudik di malam hari hingga dini hari. Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya, terutama karena hujan sering turun menjelang HUT Kemerdekaan RI di Ibu Kota Negara (IKN). Ternyata, pesawat-pesawat tersebut merupakan bagian dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kaltim untuk mengendalikan hujan.
BNPB memulai upaya OMC ini bersamaan dengan penetapan siaga banjir di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Bentuk mitigasi ini telah berlangsung selama tiga pekan terakhir.
BNPB bekerja sama dengan Smart Aviation untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah Kaltim dan Ibu Kota Negara (IKN) baru guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi, banjir, dan longsor. “Aktivitas modifikasi cuaca ini dilakukan setelah penetapan Pemprov Kaltim tentang kebencanaan. BNPB melaksanakan langkah ini berbarengan dengan percepatan pengerjaan proyek di IKN dan persiapan upacara 17 Agustus,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Agustianur.
Operasi Modifikasi Cuaca ini melibatkan empat pesawat yang berbasis di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, mengatakan bahwa modifikasi cuaca ini bertujuan untuk menurunkan hujan di laut dan mengantisipasi agar hujan tidak terjadi di kawasan IKN serta daerah penyangga di sekitarnya.
“Kondisi darurat seperti banjir di Mahulu dan Penajam Paser Utara beberapa waktu lalu disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Ini mengganggu proses pembangunan di IKN, jadi kami adakan modifikasi cuaca di wilayah PPU dan IKN,” pungkasnya.




