PENAJAM – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-40, Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyelenggarakan seminar pendidikan serta lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak tingkat PAUD (formal dan nonformal) se-Benuo Taka. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dan menggarisbawahi peran sentral pendidik dalam membentuk masa depan anak.
Mewakili Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) PPU, Ainie, menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting, terutama dalam konteks pendidikan usia dini yang menjadi fondasi bagi masa depan anak-anak. Ia juga menyoroti peran pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga memberikan dukungan emosional kepada anak-anak.
“Mengingat pentingnya peran pendidik, mereka yang memiliki kesehatan mental yang baik cenderung lebih efektif dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Selain itu, pendidik yang sehat secara mental dapat mengelola stres dengan baik, berkomunikasi secara jelas, serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi kepada muridnya, sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,” ujar Ainie dalam sambutannya.
Ainie juga menambahkan bahwa usia dini adalah masa yang tepat untuk memperkenalkan berbagai konsep kehidupan sebagai bekal di masa depan. “Pendidikan PAUD memegang peran yang sangat penting dalam memberikan stimulasi kepada anak-anak usia dini melalui metode pembelajaran yang sesuai,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PP PAUD PPU, Riawati Koriah, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional ke-40. Ia berharap momentum ini bisa menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak-anak, khususnya di PPU.
“Peringatan Hari Anak Nasional ini kita jadikan sebagai momentum untuk mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya masyarakat di Kabupaten PPU, agar berupaya melindungi anak dan mewujudkan kesejahteraan mereka. Selain itu, juga untuk menjamin hak-hak anak, baik secara mental maupun fisik,” ungkap Riawati.
Ia menambahkan bahwa nasib bangsa di masa depan sangat bergantung pada seberapa baik kita, sebagai orang dewasa, mendidik dan membimbing anak-anak masa kini. “Nasib bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh seberapa berhasilnya kita dalam mendidik anak-anak sekarang untuk menjadi manusia yang unggul, baik secara intelektual maupun karakter,” tutupnya.
(adv/ara/pie)




