Andi Satya Minta Pemerataan Tenaga Kesehatan Guna Atasi Kekurangan Dokter di Kaltim

Media Satu Kaltim

Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Ist)

SAMARINDA.MEDIASATUKALTIM – Permasalahan kurangnya tenaga dokter di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Pasalnya, saat ini jumlah dokter di provinsi Kaltim hanya sekitar 2000 orang, jauh dari jumlah ideal yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 1 dokter per 1.000 penduduk.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra mengungkapkan permasalahan kurangnya tenaga dokter harus segera diselesaikan.

“Saat ini, kita baru memiliki separuh dari jumlah ideal, yang berarti kita masih kekurangan 50 persen dari standar WHO,” Ungkapnya kepada awak media, Selasa (12/11/2024).

Lebih lanjut, Andi Satya menjelaskan permasalahan ini bukan hanya terkait jumlah dokter, tetapi juga distribusinya yang tidak merata.
Dari 2.000 dokter di Kaltim, 80 persennya terkonsentrasi di tiga kota utama: Samarinda, Balikpapan, dan Bontang.

“Distribusi yang tidak merata ini menyulitkan masyarakat di daerah lain untuk mendapatkan akses kesehatan yang memadai,” Ucapnya.
Selain itu, 800 dokter di Kaltim adalah dokter spesialis, yang sebagian besar berpraktik di Balikpapan dan Samarinda.

Politisi dari partai Golkar itu menambahkan kondisi ini wajar karena kesejahteraan dokter di kota besar lebih terjamin dibanding di daerah terpencil.

“Kondisi ini tergantung pada pemerintah. Banyak dokter enggan bekerja di daerah dengan akses jalan sulit dan fasilitas rumah sakit yang kurang memadai,” Pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Tags

Berita Terkait