SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menekankan pentingnya kesejahteraan tenaga medis di RSUD IA Moeis, khususnya tenaga non-ASN yang bergantung penuh pada sistem penggajian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dirinya pun meminta manajemen rumah sakit untuk memastikan pembayaran gaji dan jasa layanan dilakukan tepat waktu demi menjaga semangat kerja para tenaga kesehatan.
“Kami hanya mengingatkan, jangan sampai ada keterlambatan gaji atau jasa layanan bagi tenaga medis, terutama yang non-ASN. Dari sekitar 300-an tenaga rawat, hanya sekitar 125 orang yang ASN, sisanya PPPK dan non-ASN yang digaji melalui dana BLUD,” Ungkap Novan sapaan karibnya. Senin (14/7/2025).
Lebi lanjut, Novan menilai keterlambatan pembayaran dapat berdampak langsung pada kualitas layanan kepada masyarakat. Pasalnya, tenaga medis adalah ujung tombak pelayanan publik yang seharusnya mendapat perlindungan hak yang memadai.
“Kalau mereka tidak mendapatkan haknya tepat waktu, tentu akan berpengaruh pada performa pelayanan. Ini soal keadilan dan profesionalisme,” Ucapnya.
Selain itu, Novan juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur di RSUD IA Moeis. Hal itu lantara mayoritas pengembangan fasilitas saat ini dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan, sementara kontribusi dari APBD Kota Samarinda dinilai masih sangat terbatas.
“Dukungan APBD sangat minim, hanya mencakup gaji, listrik, dan air. Selebihnya rumah sakit harus mengelola sendiri,” jelasnya.
Politisi dari partai Golkar itu mendorong agar sinergi antara pemerintah kota dan manajemen rumah sakit untuk menyusun langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Samarinda.
“Kami mendukung penuh rencana pengembangan RSUD IA Moeis. Tapi pelayanan berkualitas hanya bisa tercapai jika SDM-nya dihargai dan infrastrukturnya memadai,” Tutup Novan.





