Tantangan Besar Program “Petani Milenial” di PPU, Andi Traso: Masih Minim Peminat

Media Satu Kaltim

Andi Traso Diharto, Kepala Dinas Pertanian PPU, saat menjelaskan tantangan dalam mengembangkan program “Petani Milenial” di wilayah Penajam Paser Utara.

PENAJAM – Meskipun program-program pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus digencarkan, Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Traso Diharto, mengungkapkan bahwa program “Petani Milenial” masih menghadapi tantangan besar. Hingga saat ini, minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian di PPU terbilang rendah, dengan hanya sekitar 10 hingga 15 persen dari total petani yang berasal dari kelompok usia milenial.

Andi Traso, dalam keterangannya pada Senin (2/9), menyoroti bahwa kelangkaan pupuk menjadi salah satu faktor utama yang menghambat perkembangan program ini. “Kelangkaan pupuk sering menjadi masalah yang menyebabkan semakin sedikit generasi muda yang tertarik untuk menjadi petani,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pertanian PPU kini aktif mensosialisasikan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Menurut Andi, sebagian besar petani milenial di Benuo Taka saat ini fokus pada budidaya tanaman hortikultura, seperti sayur-sayuran, cabai, dan tomat, yang sangat cocok dengan penggunaan pupuk organik.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina petani milenial dalam beralih ke pupuk organik, dengan dukungan petugas lapangan yang akan memberikan pelatihan dan pendampingan secara langsung,” tambahnya. (adv/ara/pie)

Bagikan

Tags

Berita Terkait