Berlaku 1 Oktober Ini, Parkir di Pelabuhan Penajam Bayar Non Tunai

Media Satu Kaltim

Berlaku 1 Oktober Ini, Parkir di Pelabuhan Penajam Bayar Non Tunai media satu kaltim
Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo.

PENAJAM – Mulai 1 Oktober ini, pembayaran parkir di Pelabuhan Penajam akan dilakukan secara non tunai. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berinovasi dalam pengelolaan pendapatan daerah dengan menerapkan sistem pembayaran parkir digital atau cashless.

Masyarakat dan pengusaha, khususnya yang memiliki armada truk pengangkut batubara, diwajibkan menggunakan e-money untuk membayar retribusi parkir. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara untuk mendukung penerapan sistem cashless ini,” ungkap Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo.

Pemilihan BPD Kaltimtara sebagai mitra kerja dalam proyek ini didasari oleh beberapa pertimbangan. Pertama, aliran dana dari retribusi parkir akan langsung masuk ke kas daerah. Kedua, keterlibatan BPD Kaltimtara dinilai strategis untuk mendukung pertumbuhan bank milik daerah.

“Kami ingin memperkuat ekonomi daerah, dan salah satu caranya adalah dengan melibatkan BPD Kaltimtara dalam setiap transaksi, sehingga bank daerah juga bisa berkembang,” kata Andy.

Selain meningkatkan efisiensi dan transparansi, penerapan sistem cashless juga diharapkan dapat mendatangkan Corporate Social Responsibility (CSR) yang bisa digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan fasilitas parkir.

Untuk memastikan kelancaran implementasi sistem baru ini, Dishub PPU telah memberikan pelatihan kepada sekitar 50 juru parkir. Pelatihan yang diselenggarakan dengan dukungan Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) mencakup tata cara pengelolaan parkir di pelabuhan, manajemen lalu lintas, serta parkir kendaraan bermotor.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap juru parkir siap menghadapi perubahan sistem, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tutupnya.

Bagikan

Berita Terkait