PENAJAM – Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (BAPELITBANG) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Rencana Induk Peta Jalan dan Pemajuan Iptek Daerah (RIPJPID) tahun 2025-2029.
Kegiatan yang digelar di aula lantai III kantor Bupati PPU pada Senin (07/10) ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan pengembangan daerah melalui peran ekosistem riset dan inovasi daerah dalam mendukung produk unggulan serta isu strategis daerah, menjadikan Penajam Paser Utara sebagai “Serambi Nusantara” yang maju, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pejabat Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin, menyatakan bahwa RIPJPID merupakan dokumen induk yang merangkum perencanaan riset dan inovasi daerah untuk lima tahun ke depan.
“Peran yang sangat penting dalam meningkatkan ekosistem riset dan inovasi dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Maka diperlukan peran serta dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan demi pembangunan daerah,” ucapnya.
Menurut Zainal, salah satu fokus utama RIPJPID adalah pengembangan produk unggulan daerah seperti padi, ikan, kelapa sawit, dan turunannya. Dukungan penuh terhadap pengembangan IPTEK, termasuk penyediaan anggaran, fasilitasi riset, dan kerja sama dengan berbagai pihak, sangat diperlukan.
Zainal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu padu dalam mewujudkan PPU sebagai “Serambi Nusantara” yang mendukung pengembangan Ibu Kota Negara dan menjadi daerah yang mandiri, inovatif, berdaya saing, serta berkelanjutan.
“Saya optimis dengan komitmen dan kerja nyata, Kabupaten PPU akan tampil sebagai wilayah strategis yang mendukung kesuksesan IKN Nusantara, sekaligus menjadi simbol daerah yang berbasis Riset dan Inovasi berteknologi tinggi,” bebernya. (nm/ara/adv/ftr)




