Rendahnya Keterwakilan Perempuan di Legislatif, Ini kata Shemmy Permata Sari

Media Satu Kaltim

Anggota DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari. (Ist)

SAMARINDA.MEDIASATUKALTIM – Anggota DPRD Kalimanta Timur (Kaltim), Shemmy Permata Sari menyayangkan rendahnya keterwakilan Perempuan di Lembaga legsilatif.

Kendati kesetaraan gender telah banyak mengalami perkembangan, namun dirinya menilai bahwa peran Perempuan di Lembaga legislatif masih jauh dari harapan.

“Keterwakilan perempuan belum 30% dari total anggota DPRD, sebagaimana diharapkan pemerintah,” Ungkap Shemmy sapaan karibnya, Selasa (12/11/2024).

Untuk diketahui, dari 55 anggota DPRD Kaltim periode 2024-2029 hanya 8 orang (14,54%) perempuan, sementara 47 orang (85,46%) laki-laki. Jumlah perempuan ini menurun dibandingkan periode 2019-2024, yang berjumlah 11 orang (sekitar 20%).

Perempuan di DPRD Kaltim hasil Pemilu 2024 sebanyak 8 orang, yang berasal dari PDI-P (2 orang), PKB (3 orang), dan Golkar (3 orang). Dua wakil perempuan dari PDI-P adalah Ananda Emira Moeis (Dapil Samarinda) dan Yonavia (Dapil Kubar-Mahulu). Sedangkan dari Golkar, tiga wakil perempuan adalah Syhariah (Dapil PPU-Paser), Hj Syarifatul Syadiyah, dan Shemmy Permata Sari (Dapil Berau-Kutim dan Bontang).

Selain itu, Shemmy menyebutkan upaya meningkatkan partisipasi perempuan di politik sudah mendapatkan perhatian, seperti adanya regulasi kuota gender untuk caleg dan kampanye kesadaran publik.

“Namun, tantangan seperti stereotip gender, akses pendidikan, dan budaya patriarki masih menjadi hambatan besar yang perlu diatasi.” Ucapnya.

Untuk itu, politisi dari partai Golkar tersebut berharap perempuan Kalimantan Timur, terutama generasi muda, dapat terus diberdayakan dan didukung untuk berperan lebih besar di berbagai sektor, terutama politik.

“Kita harus menciptakan ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dan memberi dampak positif di masyarakat. Kalimantan Timur membutuhkan peran perempuan yang lebih besar di masa depan,” Pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Tags

Berita Terkait