SAMARINDA — Komisi IV DPRD Samarinda menyoroti kasus kekerasan terhadap anak yang kian mengkhawatirkan. Pasalnya, Tak hanya terjadi di lingkungan keluarga, praktik kekerasan juga ditemukan di sejumlah lembaga pengasuhan seperti panti asuhan.
Menaggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Herminsyah, mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap anak tidak bisa hanya dipandang dari sisi hukum. Pasalnya, fenomena ini merupakan cerminan dari lemahnya ketahanan keluarga dan kurangnya pembinaan sosial dari berbagai elemen masyarakat.
“Kekerasan terhadap anak adalah isu yang sangat kami perhatikan. Ini bukan hanya urusan hukum, tapi juga soal ketahanan keluarga. Perlu pembinaan dari hulu, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial masyarakat,” Ungkap Hermiansyah. Jum’at (4/7/2025).
Selain itu, Hermiansyah menjelaskan keluarga seharusnya menjadi benteng utama perlindungan anak. Namun ketika fungsi ini melemah, maka lembaga seperti sekolah dan panti asuhan harus hadir menjadi pelindung kedua yang benar-benar aman dan ramah anak. Namun faktanya, beberapa kasus justru muncul dari dalam lembaga-lembaga pengasuhan tersebut.
“Kami menyoroti secara khusus kasus-kasus yang terjadi di panti asuhan. Ini sangat disayangkan, karena seharusnya panti menjadi tempat aman, bukan menambah trauma anak,” Jelasnya.
Oleh karena itu, politisi dari partai Golkar itu meminta agar Dinas Sosial untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh panti asuhan di Samarinda. Evaluasi berkala terhadap pengelolaan, kualitas pengasuh, serta standar perlindungan anak di setiap lembaga dinilai penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
“Pemerintah harus memastikan bahwa setiap panti asuhan adalah tempat yang aman dan ramah bagi anak-anak,” Tutupnya.




