SAMARINDA — Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan menyoroti permasalahan akses layanan kesehatan .
Menurutnya, ketimpangan antara kawasan pusat kota dan wilayah pinggiran masih menjadi keluhan utama masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai.
“Kita harus akui, rumah sakit swasta memang lebih banyak berada di pusat kota. Ini karena pertimbangan bisnis. Tapi yang penting bagi masyarakat adalah akses dan pelayanan,” Ungkap Yakob. Jum’at (4/7/2025).
Lebih lanjut, Yakob menjelaskan bahwa lokasi bukanlah satu-satunya penentu kualitas layanan. Ia mencontohkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis yang semula kurang diminati masyarakat, kini justru ramai karena peningkatan mutu pelayanan dan fasilitas.
“Kalau pelayanannya bagus, orang pasti datang, walau lokasinya agak jauh. Contohnya Rumah Sakit Moeis yang dulu tidak terlalu ramai, sekarang banyak pasien karena pelayanannya makin baik,” jelasnya.
Politisi dari partai Nasdem itu mendorong agar Pemerintah Kota memaksimalkan peran Puskesmas, terutama di wilayah pinggiran, sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar. Penguatan harus dilakukan baik dari segi fasilitas, alat kesehatan, maupun tenaga medis.
“Kalau tidak bisa bangun rumah sakit baru di pinggiran, minimal perkuat dulu Puskesmas dan klinik. Jangan sampai warga di luar pusat kota merasa terabaikan. Jadi bagi kami, yang utama adalah peningkatan kualitas pelayanan, bukan hanya soal lokasi,” pungkasnya.





