SAMARINDA – Wacana pembangunan pelabuhan penumpang baru di Kecamatan Palaran menuai respons beragam. Kendati harapan akan peningkatan konektivitas dan ekonomi kawasan, namun rencana tersebut juga mengundang kekhawatiran terkait kesiapan infrastruktur pendukung.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, mendukung penuh atas rencana strategis ini. Namun, dirinya mengingatkan bahwa pembangunan fisik pelabuhan tidak boleh dilihat sebagai satu-satunya indikator keberhasilan proyek.
“Saya kira pemerintah pasti sudah menghitung jumlah penumpang yang akan menggunakan pelabuhan itu. Tapi perhitungannya jangan berhenti di angka. Infrastruktur pendukung itu penting—akses jalan, angkutan umum, hingga konektivitasnya ke pusat kota,” Ungkap Joha sapaan karibnya. Selasa (8/7/2025).
Selain itu, Joha menilai Palaran sebagai lokasi yang logis secara geografis, terutama karena keterbatasan lahan di pusat kota. Namun, dirinya menegaskan bahwa posisi Palaran yang jauh dari jantung kota dapat menjadi tantangan besar jika aksesibilitasnya tidak dipikirkan secara matang sejak awal.
“Pemerintah jangan hanya membangun pelabuhannya saja, tapi harus berpikir soal jalan menuju ke sana, dan bagaimana masyarakat bisa dengan mudah mencapainya tanpa kendaraan pribadi,” Ucapnya.
Politisi dari partai Nasdem itu juga menekankan pentingnya menyatukan pembangunan pelabuhan dalam kerangka perencanaan kota jangka panjang. Bagi dia, pelabuhan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan simpul penting dalam sistem transportasi dan ekonomi kota.
“Jangan sampai pembangunan ini hanya menara gading. Harus dirancang sebagai simpul dari sistem transportasi dan ekonomi kota yang menyeluruh,” Tutupnya.





