SAMARINDA – Komsi III DPRD Samarinda menyoroti proyek strategis pembangunan Terowongan Jalan Sultan Alimuddin.
Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. Dirinya menekankan bahwa akuntabilitas dan transparansi harus menjadi pondasi utama dalam pelaksanaan proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini, terlebih setelah terungkap adanya potensi longsor di area inlet yang berdekatan dengan patahan geologi aktif.
“Jangan sampai proyek besar ini justru membuat masyarakat resah karena informasi yang simpang siur,” Ungkap Deni sapaan karibnya. Senin (14/7/2025).
Tak hanya soal keselamatan, Deni juga menyoroti persoalan aksesibilitas menuju terowongan. Dirinya menjelaskan Jalan Sultan Alimuddin yang menjadi akses utama masih terlalu sempit dan berpotensi memicu kemacetan baru jika tidak segera diperlebar.
“Jangan sampai terowongan megah ini berubah jadi titik baru kemacetan. Penataan infrastruktur pendukung harus diperhitungkan sejak sekarang,” Jelas Deni.
Politisi dari partai Gerindra itu mengingatkan bahwa proyek ini bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan juga soal membangun kepercayaan publik.
“Ini bukan proyek biasa. Ini ikon kota. Maka harus selesai dengan baik, aman, dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” Tutup Deni.




