SAMARINDA – Lonjakan jumlah kendaraan bermotor di Samarinda yang kini mencapai sekitar 750 ribu unit menjadi tantangan besar dalam penyediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Untuk itu, Ketua komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar meminta pemerintah daerah dan Pertamina untuk menjamin ketersediaan stok BBM yang memadai bagi masyarakat. Menurutnya, kelangkaan BBM subsidi tidak bisa dianggap sepele.
“Kita seperti hidup di lumbung padi tapi kelaparan. Ini harus jadi perhatian serius,” Ungkap Deni. Senin (14/7/2025).
Lebih lanjut, Deni menekankan distribusi BBM tidak hanya soal kuota, tapi juga soal keadilan dan pengawasan. Dirinya juga mendorong keterlibatan aktif dari Pertamina, Dinas Perhubungan, dan aparat pengawasan lainnya agar potensi penyalahgunaan dan antrian panjang bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Kalau distribusinya tidak rapi, masyarakat yang jadi korban,” Ucap Deni.
Selain itu, Deni juga menyoroti persoalan parkir liar yang mencuat selama momentum Pasar Ramadhan. Menurutnya, banyak warga terpaksa parkir di luar area resmi akibat minimnya fasilitas dan lemahnya pengawasan. Hal ini dinilainya sebagai cermin belum maksimalnya pengelolaan ruang publik.
“Ketertiban bukan tugas satu instansi saja. Harus kolaboratif,” Tegas Deni.
Untuk itu, politisi dari partai Gerindra tersebut menegaskan akan berkomitmen dalam melakukan pengawasan terhadap dua isu tersebut
“Kami tidak akan diam. Warga butuh kepastian, bukan sekadar janji,” Tutup Deni.




