SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyoroti janji-janji program pendidikan yang disampaikan Wali Kota Andi Harun dalam pidato pelantikan periode kedua 2025–2030.
Dirinya meminta pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar membuktikan komitmennya dalam membenahi dunia pendidikan di Kota Samarinda.
“Bagus sih programnya, tapi jangan cuma dikisahkan, ya harus dibuktikan di lapangan,” Ungkap Anharn kepada awak media. Senin (14/7/2025).
Selain itu, Anhar juga menekankan bahwa kondisi sekolah-sekolah, terutama di kawasan pinggiran kota, masih jauh dari kata layak.
“Coba lihat sekolah di pinggiran, atapnya banyak yang sobek, fasilitasnya minim. Itu fakta yang tidak bisa diabaikan,” Ucapnya.
Selain menyoroti pendidikan, Anhar juga menegaskan agar efisiensi anggaran tidak dilakukan pada sektor infrastruktur seperti Dinas PUPR yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kalau mau efisiensi, ya pangkas dulu seremonial, perjalanan dinas, atau rapat-rapat yang enggak mendesak. Jangan anggaran PUPR yang dikorbankan,” tegasnya.
Terkait dinamika antara legislatif dan eksekutif, politisi dari PDI Perjuangan menambahkan kegaduhan politik merupakan hal yang lumrah di lembaga seperti DPRD.
“Gaduh itu biasa. Dulu saya pernah disandera di lembaga ini, tapi ya semua bagian dari dinamika. Yang penting tidak sampai pecah kongsi, itu yang harus dijaga,” Tutup Anhar.




