SAMARINDA – Pembangunan drainase di Jalan Trikora dan Jalan Gotong Royong, Kecamatan Palaran, tengah berlangsung sebagai upaya nyata menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
Proyek yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini diyakini dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengurangi genangan air saat musim hujan.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Samarinda dari Dapil II, Jasno, mengungkapkan pembangunan ini sangat dinantikan masyarakat. Dirinya menegaskan bahwa proyek tersebut bukan tanggung jawab Pemerintah Kota karena status kedua jalan itu adalah jalan provinsi.
“Selama ini kawasan simpang Trikora dan Gotong Royong tidak punya saluran air yang layak. Setiap hujan, air tumpah ke jalan. Sekarang baru dibenahi. Ini progres yang patut diapresiasi,” Ungkap Jasno. Selasa (15/7/2025).
Kendati demikian, Jasno tak menutup mata terhadap keluhan masyarakat soal kondisi jalan yang menjadi becek dan kotor akibat galian. Dirinya menilai kondisi itu wajar dalam masa pembangunan.
“Memang ada dampak, jalan jadi becek, air kadang tersumbat karena material proyek. Tapi ini bagian dari proses menuju kondisi yang jauh lebih baik,” Jelas Jasno.
Selain itu, Jasno memastikan bahwa saluran yang dibangun dirancang dengan kapasitas besar agar dapat mengalirkan air saat hujan deras. Saat ini, pekerjaan masih terfokus di Jalan Trikora, dan dalam waktu dekat akan dilanjutkan ke Jalan Gotong Royong.
“Kalau kedua jalur ini rampung, saya yakin genangan yang selama ini jadi langganan warga bisa teratasi,” Ucapnya.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta pihak kontraktor agar memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan selama pengerjaan.
“Saya hampir tiap hari melintas di sana. Jadi tahu betul kondisi di lapangan. Keluhan warga soal jalan licin dan kotor akan saya sampaikan langsung ke pelaksana proyek. Harus ada keseimbangan antara pembangunan dan kenyamanan masyarakat,” Tutup Jasno.




