SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan campak menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, khususnya bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa kasus campak yang terjadi pada umumnya pada anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap. Langkah efektif untuk melindungi anak dari penyakit campak yakni dengan memberikan imunisasi dasar lengkap (IDL) sejak usia balita hingga imunisasi lanjutan saat anak memasuki usia sekolah.
“Untuk anak balita dan anak sekolah harus diberikan vaksin melalui imunisasi dasar lengkap serta imunisasi anak sekolah. Vaksin campak merupakan vaksin rutin yang wajib diberikan agar anak kebal terhadap penyakit,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan Dinkes Provinsi Kaltim, terdapat 126 kasus campak yang ditemukan dan tersebar di 10 kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Jaya Mualimin menuturkan terkait bahaya terhadap anak yang tidak mendapat vaksin lengkap akan memiliki risiko lebih besar tertular serta mengalami gejala yang lebih berat apabila terinfeksi virus campak.
“Peningkatan kasus campak sering terjadi pada anak yang tidak mendapatkan vaksin. Jika mereka tertular, gejalanya bisa sangat berat. Namun pada anak yang sudah divaksin, biasanya gejalanya lebih ringan,” jelasnya. (*)





