Sekolah di Samarinda Kembali Tatap Muka

Media Satu Kaltim

SAMARINDA — Setelah tiga hari diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 17 sampai 19 September 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan PJJ selama tiga hari berakhir.Keputusan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PJJ Dampak Karhutla melalui Zoom Meeting, Minggu sore (20/9/2026), untuk kembali belajar secara tatap muka karena kualiatas udara yang telah membaik akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka di seluruh satuan pendidikan mulai Senin (21/9/2026).

Dikatakan Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng, kembalinya pembelajaran tatap muka bukan berarti kewaspadaan dihentikan. Sekolah tetap diminta menerapkan protokol perlindungan bagi peserta didik dan memantau kondisi udara secara mandiri.

“Anak-anak tetap menggunakan masker, kemudian aktivitas di luar ruangan dikurangi. Guru dan tenaga pendidik juga melakukan pemantauan secara mandiri. Kalau kondisi udara kembali memburuk, aktivitas di luar ruangan dikurangi dan anak-anak diarahkan tetap berada di dalam kelas,” tegas Neneng.

Neneng juga mengarahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda untuk segera menindaklanjuti keputusan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan. Pemkot Samarinda juga akan melakukan pemantauan selama tiga hari setelah pembelajaran tatap muka kembali berjalan. Langkah ini untuk memastikan kondisi udara di lingkungan sekolah tetap aman dan dapat segera direspons apabila terjadi perubahan.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda tetap memperpanjang status tanggap darurat tahap ketiga sebagai bentuk kewaspadaan terhadap perkembangan karhutla dan dampaknya.

“Pemkot Samarinda memastikan pemulihan pembelajaran tatap muka berjalan beriringan dengan pengawasan kualitas udara. Pendidikan kembali normal, tetapi keselamatan peserta didik tetap menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

Bagikan

Tags

Berita Terkait