Kutai Kartanegara – Aliansi Masyarakat Terdampak Pemadaman Listrik menggelar aksi di Kantor PLN Tenggarong, Selasa (20/10/2026). Dalam aksinya, massa meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Kami meminta penjelasan penyebab pemadan listrik oleh PLN yang terjadi berulang kali di wilayah,” tanya Jordi selaku Ketua Harian Aliansi Tiga Ormas Daerah.
Dikatakan Jordi, kedatangannya bertujuan untuk mewakili masyarakat meminta penjelasakan secara langsung kepada manajemen PLN apa yang menjadi penyebab gangguan pemadaman listrik selama berbulan-bulan ini.
“Kami ingin menanyakan langsung kepada pihak manajer PLN. Namun, ketika kami mempertanyakan jaringan mana yang rusak, apa yang diperbaiki, serta mengapa jadwal dan wilayah pemadaman bisa ditentukan, penjelasannya belum jelas,” ujarnya.
Selain itu, pemberitahuan pemadaman listrik perlu diinformasikan soal teknis, penyebab serta perbaikan pekerjaan yang dilakukaan saat pemadanan berlangsung, bukan hanya pemberitahuan waktu dan wilayah pemadaman listrik saja.
Menurutnya, alasan perbaikan dan pemeliharaan jaringan seharusnya disampaikan secara transparan agar masyarakat memahami kondisi kelistrikan yang terjadi.
“Masyarakat membutuhkan penjelasan yang benar-benar jelas, bukan sekadar pemberitahuan bahwa listrik akan padam dari jam sekian sampai jam sekian saja,” tegasnya.
Sementara itu, Manager Umum PLN ULP Tenggarong, Dwi Haryadi sebelumnya menyebut, pemadaman terjadi akibat sejumlah pembangkit mengalami kendala, baik karena penurunan kemampuan operasi maupun pemeliharaan.
“Belum tau kepastian mengenai durasi pemeliharaan dan pemulihan pasokan listrik berada di bawah kewenangan manajemen PLN tingkat atas,” jelasnya. (*)





